Cerita Sex Malam Pertama Pengantin Pecah Perawan Belah Duren

Kisah Malam Pertama Pengantin Di Hotel – Cerita Seks Pecah Perawan

Diposting pada Dibaca: 602x
TioNime

Cerita Sex Malam Pertama Belah Duren, Cersex Pecah Perawan, Kisah Dewasa Cewek Hiperseks, Cerita Seks Pengalaman Pertama MLKisah Malam Pertama Pengantin Di Hotel | Haaiii Kisah Biru hadir lagi dengan Kumpulan Cerita Seks Bergambar Terbaru nya kali ini yang akan mengisahkan tentang Cerita Panas Malam Pertama Pengantin Baru Pecah Perawan yang mereka lakukan disebuah hotel….

Seperti apa keseruan dan hot nya Cersex Malam Pertama Pengantin Belah Duren kali ini?? yuk langsung disimak aja gais admin jamin seru dan panas abisss…

Kisah Biru | Cerita ini terjadi sekitar lima tahun yang lalu, tepatnya tahun 2014.
Kisah ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang menjalin cinta sejak di bangku kuliah.
Sang lelaki adalah seorang pengacara muda yang sangat haus akan hubungan sex,
sedangkan sang wanita adalah seorang yang rada ngeri dengan sex. Maklum, masih perawan.

Pada hari yang telah ditentukan, mereka melangsungkan akad nikah. Dimas (nama samaran sang lelaki) sudah merencanakan bahwa resepsi pernikahan ini hanya berlangsung satu hari dan hanya beberapa jam saja di gedung sewaan. Setelah itu keduanya langsung pergi ke hotel yang telah dipesan.

Malam itu, Dimas dan Wina (nama samaran sang perempuan) sangat lelah setelah ngobrol dengan orangtua dan sanak famili mereka. Mereka bersyukur para “tamu tak diundang” sudah pada pulang. Akhirnya tinggallah mereka berdua di hotel bintang lima itu. Terlebih dahulu Wina membersihkan make up yang menempel.
“Papa mandi duluan gih. Ntar Mama nyusul” kata Wina dengan lembut sambil mengelus kepala suaminya.
“Nggh, Papa duluan ya Ma,” Dimas menggeliat bangun sambil mencium bibir istrinya dengan mesra.
“Hmm” Wina membalas ciuman itu dengan hangat.

Kemudian terdengar desir shower yang membasahi tubuh Dimas. Sementara Wina menunggu sambil membaca majalah wanita (padahal Dimas sengaja membeli majalah-majalah erotis supaya Wina terangsang). Wina adalah tipe wanita yang tidak ingin tahu soal hubungan sex, bahkan sejak di bangku kuliah. Paling-paling hal yang dilakukan sama Dimas dulu hanya sebatas ciuman saja.
Lima belas menit kemudian Dimas memanggil dari kamar mandi.
“Ma, mandi bareng yuk!” Wina kaget dan langsung menolak ajakan itu.
Tapi Dimas nekat, dengan tubuh yang telanjang bulat dan penis yang menegang, dia berjalan menyusuri kamar dan menggendong istrinya.
“Papa apa-apaan? Baju Mama jadi basah ni!” Wina meronta, tapi percuma. Dimas begitu kuat mencengkeram.
“Nggak apa-apa Ma!”

Dimas membanting pintu kamar mandi. Dengan masih berpakaian lengkap Dimas menggiring tubuh istrinya hingga kebasahan kena air shower. Wina teriak-teriak seperti orang yang akan diperkosa. Dimas mendempet tubuh istrinya sehingga Wina tidak dapat bergerak lagi.
“Papa jangan Pa! Jangan di sini!” tangisnya meledak.

Dimas hanya tersenyum saja. Dia dengan cepat melepas kaos istrinya hingga mencuatlah BH yang membungkus payudara berwarna coklat mulus. Wina tambah histeris.
“Aahh!! Paa jangan!” jeritnya mengiba ketika Dimas melepaskan kaitan BH Wina. Sekarang ia sudah telanjang dari pinggang ke atas.

Wina mencoba menahan kepala Dimas yang memainkan lidahnya di kedua buah dadanya sambil manahan juga rangsangan yang hebat dari Dimas yang kini menghisap kedua puting susunya kanan-kiri. Kedua puting itu mengeras dan membesar.
“Aauuhh! Paa udah dong jangan di sini!”

Cerita Seks Malam Pertama Pengantin Baru, Cerita Sex Belah Duren, Kisah Dewasa Pecah Perawan, Kisah Panas Pengalaman Pertama ML

Tangan Dimas lebih kasar lagi, sekarang dia menyusup ke balik celana panjang Wina dan berusaha melepaskan celana itu. Tangan Wina mencegah tangan suaminya melepaskan celana panjangnya. Percuma, celana panjang terlepas sudah. Sekarang yang tersisa hanyalah celana dalam. Wina mati-matian mempertahankan “benteng terakhirnya” itu.

Suara Wina yang menangis itu ternyata membangkitkan rangsangan Dimas. Dia langsung menyusup ke balik CD istrinya dan kemudian mengelus vagina yang ternyata udah basah dari tadi. Entah apakah basah karena air shower atau emang udah basah karena cairan vagina itu sendiri.
Jari telunjuk Dimas mengelus-elus permukaan vagina yang licin itu sampai Wina mendesah-desah, ” Aahh, aahh.. uddah Paah!”

Baca juga:  Cerita Seks Ngentotin Penyanyi Dangdut Mabok Di Kamar Kos

Muka Wina memerah seperti udang rebus. Tanpa sadar Wina merenggangkan kakinya sehingga Dimas dengan mudah melepaskan CD. Sekarang mereka berdua telah tenajang bulat. Dimas menggencet tubuh istrinya di tembok dan kemudian penis yang sudah menempel di perut Wina dia goyang-goyang seperti gerakan bersetubuh. Wina berteriak mengelinjang sementara bibir dan lidah Dimas sibuk mengecup dan menjilat leher dan tengkuk istrinya. Tak lupa pula bibir Wina ia kulum seperti permen. payudaranya juga tidak luput dari remasan tangan yang sudah terbakar nafsu birahi.

Pantat Dimas terus menggenjot penis yang menekan perut Wina.
“Aaahh, Papa janggan Paahh berentii doonng” Wina sudah kepayahan digencet terus di tembok. Sebenarnya Wina merasakan rangsangan yang hebat, tetapi dia tidak mau mengakui kalau dia terangsang hebat. Seandainya saja dia mau mengakui tentu dia akan menikmati permainan ini.
Dimas semakin keras menggoyangkan pantatnya dan akhirnya terjadilah semburan yang dahsyat yang membanjiri perut Wina!
“Aahhkk!” Dimas Vaginaik tertahan.
“Uuuhh!!” Wina ternyata mengalami orgasme juga.
Vaginanya basah sekali oleh lendir dari liang kewanitaannya.

Wina yang kelelahan terduduk di lantai kamar mandi. Penis Dimas yang masih setengah bangun dituntun masuk ke mulut Wina. Wina yang merasa jijik kontan saja melepehkan penis itu. Melihat reaksi seperti itu langsung saja Dimas mencengkeram kepala Wina. Penis itu lalu dihisap sampai menegang lagi dan Dimas mengoral Wina. Goyangan semakin liar dan Wina pun tampaknya menikmati oral sex ini, walau masih malu-malu.

Dimas yang semakin terangsang menjambak rambut Wina dan menggerakkan kepala istrinya maju-mundur sambil menggoyangkan pantatnya. Sepuluh menit kemudian Dimas merasa akan mencapai klimaks lagi. Dia tahan kepala istrinya supaya nggak memuntahkan spermanya.
Croot! Croot! Sperma tertumpah di dalam mulut Wina.
“Hhhkk!” Wina mau muntah tapi ditahan suaminya.
“Tahan sayang! Telan! Ini obat awet muda!” seru Dimas sambil keenakan. Akhirnya dengan susah payah Wina menelan semua sperma suaminya.

Sambil menyeka sisa sperma yang menetes, Wina bangkit dan berkata, “Pa, permainanmu dahsyat banget. Sebenarnya Mama pengen dari dulu begini sama Papa”
Dimas tersenyum mendengar penuturan istrinya.
Mereka mandi bersama sambil berpelukan selama hampir dua jam.

Setelah puas bermandi-mandi, mereka nonton DVD berdua. Dimas menyuruh Wina mengenakan tank top untuk olahraga yang memperlihatkan bagian perut yang masih rata dipadu dengan celana dalam yang serasi warnanya, sementara Dimas sendiri mengenakan celana dalam saja.

Dimas sengaja mengajak istrinya nonton film biru agar Wina makin terangsang. Mereka duduk di lantai yang berkarpet mewah, bukan di tempat tidur. Wina nampak kedinginan karena AC-nya menyala terus. Dimas memeluk tubuh istrinya dari belakang sambil menempelkan kemaluannya di punggung istrinya. Tangannya iseng meremas payudaranya.
“Mama kedinginan ya?” tanya Dimas sambil terus meremas.
Mata Wina tak lepas dari film jorok itu.

“Pa,”
“Hmm?”
“Mama mau deh sekarang kita melakukan kayak gitu” kata Wina sambil menunjuk pria bule yang sedang menyetubuhi perempuan Asia.
Setelah berkata begitu, Wina memandang lekat-lekat suaminya dengan penuh cinta. Mereka bangkit lalu berbaring di kasur. Sementara DVD terus menyala.

Mereka berbaring sambil bercengkrama. Ternyata Wina hanya berpura-pura menolak waktu di kamar mandi. Sebenarnya dia hanya nggak mau keperawanannya hilang di kamar mandi. Mendengar hal itu Dimas mencium bibir istrinya dengan penuh kasih sayang. Wina membalas ciuman itu dengan birahi membara. Ditindihnya Dimas hingga kehabisan nafas. Dimas nggak tinggal diam. Dicopotnya tank top Wina dan kembali mencumbui daerah dada wanita itu.

Tak lama kemudian keduanya telah telanjang bulat. Penis Dimas memanjang kembali. Wina memeluk suaminya dengan erat. Dimas berguling sehingga badannya kini berada di atas Wina.
“Setubuhi Mama, Pa! Renggutlah keperawanan Mama sekarang!”

Dimas sudah tidak bisa menahan nafsunya. Kini mereka berdua sudah benar-benar dalam posisi siap untuk melakukan. Wina di bawah, dan Dimas di atas. Hanya saja Dimas masih memainkan ujung penisnya di klitoris istrinya yang vaginanya sudah banjir memerah mekar menunggu dijebol!
“Papa masukin ya Ma.” Dimas memasukkan penisnya perlahan.
“Aaaoouuhh..” desah Wina keenakan.
Matanya terpejam. Dadanya menempel pada dada Dimas.

Baca juga:  Kisahku Jadi Sopir Pribadi Plus Plus STW Kaya Raya - Cerita Sex Tante Girang Berondong

Sampai suatu saat Dimas merasakan ada yang menghalangi jalan masuk penisnya. Batang penis yang mempunyai panjang 13 cm itu sulit untuk masuk. Dengan sedikit iseng Dimas menyodok-nyodokkan pelan ke selaput dara istrinya.
Wina langsung merintih.
“Uuuhhkk.. enak Pa.”
Dimas dengan sedikit tenaga menghujamkan penisnya melewati selaput itu. Selaput dara istrinya langsung robek.
“Aduuhh sakit Paa..!” Wina tiba-tiba menjerit kesakitan.
Dimas langsung mencium istrinya. Penisnya tidak digerakkan dulu menunggu sampai vagina istrinya terbiasa dengan penis yang masuk.

Wina terisak-isak, tidak menyangka akan segini sakit padahal vaginanya sudah banjir dari tadi. Dengan cueknya Dimas menggenjot penisnya. Darah menetes dari vagina Wina yang masih kesakitan. Terdengar nafas Dimas yang memburu seperti sedang maraton. Setelah semakin lancar maju-mundur, terlihat di wajah Wina mulai menunjukkan tanda-tanda kenikmatan.
Peluh mulai membasahi keduanya.
“Gimana sayang, masih sakit?” tanya Wina yang terlihat keenakan.
“Ngga lagi Pa, ayo terus Pa! Enak, tusuk terus Pa!” Wina menjawab sambil komat-kamit nggak jelas.
Dimas makin mempercepat goyangannya. Lima menit kemudian terasa tubuh Wina bergetar dan dia melenguh panjang.
“Uuuhh!!”

Merasa istrinya sudah orgasme, Dimas mempercepat tusukannya, semakin cepat dan, “Oookkhh!”
Cairan mani menyembur hangat di dalam liang vagina Wina. Cairan itu menetes keluar vagina saking banyaknya. Wina tertelentang pasrah sambil menarik napas terengah-engah, sedangkan Dimas tertelungkup tak berdaya di atas tubuh istrinya. Penisnya masih tertancap, walaupun sudah lemas.

Dimas lalu berguling ke samping dan bertanya, “Gimana Ma? Enak ngga?”
Wina nggak bisa berkata apa-apa lagi. Raut wajahnya kelihatan puas. Dia hanya mengangguk lemas.
Tapi tak lama kemudian Wina berhasil membangkitkan kembali birahi suaminya dan membuat mereka melakukan kembali. Kali ini Dimas terlentang di bawah sedangkan Wina duduk di atas penis suaminya sambil memunggungi Dimas. Wina ternyata wanita yang sangat tangguh. Sepuluh menit tidak ada tanda-tanda ingin orgasme.

Tak berapa lama Dimas merasakan genjotan istrinya semakin cepat dan penisnya serasa dijepit oleh jepitan yang sangat kuat. Wina orgasme lagi. Dimas belum mau keluar. Dia suruh Wina nungging di atas tempat tidur. Dari belakang kemudian dia menusukkan penisnya seperti anjing yang sedang kawin. Dimas lalu menempelkan dadanya ke punggung Wina. Tak lupa tangannya menggerayangi payudara yang seperti bola itu.

Wina merasa cengkeraman tangan Dimas di payudaranya makin mengencang dan goyangan suaminya semakin cepet.
“Uuukhh, croot croot”
Cairan mani yang hangat kembali membasahi vagina Wina. Mungkin karena pengaruh mani suaminya Wina mengalami orgasme lagi. Dia sudah tidak memperdulikan rasa sakit akibat kehilangan keperawanan.

Ketika suaminya mencabut penisnya dan berbaring kembali, Wina berbisik, “Vaginaku robek besar. Kaurenggut keperawananku. Tapi aku sadar, semua bagian tubuhku adalah milikmu. Aku cinta kamu, Pa”
Wina lalu mencium kening suaminya yang tertidur. Sejak saat itu Wina selalu meminta hubungan sex di manapun dan kapanpun ada kesempatan. Dia jadi lebih maniak sex dibanding Dimas. Selesai….

Lihat Juga:

Bagaimana cerita diatas?

(Klik pada bintang untuk memberi penilaian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *