Cerita Sex Ngentot Pembantu Janda

Menikmati Jepitan Meki Pembantuku Yang Seorang Janda

Diposting pada Dibaca: 2.510x
TioNime

Cerita Sex Ngentot Pembantu Janda | Update lagi guys, Cerita Dewasa Terbaru kali ini mengisahkan kejadian mesum antara seorang pemuda yang merupakan seorang mahasiswa bernama Andra dengan pembantu yang bekerja dirumahnya sendiri, sebut saja namanya mbak Lena. Mbak Lena sudah lumayan lama bekerja sebagai PRT dirumah andra, dia merupakan seorang ibu satu anak yang sudah tak memiliki suami alias Janda Muda. Meskipun sudah Janda namun Lena memiliki tubuh yang masih kencang sintal bohay dan montok. Hal tersebut membuat Andra sangat terobsesi dengan tubuh mbak Lena dan selalu ingin ngentotin doi.

Kisah Mesum Janda ini terjadi pada suatu ketika saat Andra kurang enak badan kemudian meminta mbak Lena untuk memijat badanya kemudian Andre dengan segala cara merayu Lena agar bernafsu dan mu disetubuhi. Dan akhirnyaaa, you know lahh heheh. Penasaran dengan cerita lengkapnya??? yuk langsung dibaca aja guys, dijamin seru banget!.

Kisah Biru | Perkenalkan namaku Andra, mahasiswa teknik semester 5 universitas negeri di kotaku. Kalo
perawakan aku terus terang sering di bilang ganteng mirip artis sinetron Aliando Syarief. Tinggi rata-rata 170 cm, namun agak sedikit padat.

Sore yang kelabu saat itu aku kesal setengah mati gara-gara rapat BEM yang tidak kunjung
menemukan hasil. Jengkel memang aku rasakan, karena semuanya tetap kukuh dengan
pendirian dan pendapatnya masing-masing. Terkadang BEM sudah seperti di Senayan saja.
Aku aktif di organisasi BEM semenjak awal semester 4 ini. Aku kira enak menjadi ketua BEM.
Namun ternyata tidak seenak yang aku bayangkan. Kuliahku jadi terbengkalai, ntah bagaimana
hasil semester ini.

Cerita Mesum Pembantu PRT | Aku pulang ke rumahku menggunakan motor butut kesayanganku. Motor yang udan nemenin
aku selama menjadi mahasiswa di kota ini. Kita mulai saja ceritanya. Cerita ini adalah sebuah
kisah yang menurutku serba kebetulan. Aku pun ga menyangka semua ini akan terjadi.
Sepulang rapat BEM aku langsung pulang ke rumahku. Rumah tanteku lebih tepatnya. Aku
tinggal di sana karena tidak ada yang menghuni rumah itu. Tante dan keluarganya telah pindah
ke Amerika mengikuti om yang bekerja sebagai seorang supervisor di salah satu perusahaan
tambang emas terbesar di dunia. Rumahnya sangat besar, aku tinggal disini bersama dengan
seorang pembantu wanitanya tante yang bertanggung jawab membersihkan rumah tersebut.
Sampai di rumah perasaanku emang sudah serba uring-uringan. Rasanya darah tinggiku kumat,
Pusing memang dan pandanganku kabur sampai aku pingsan di bawah tangga menuju lantai 2
dimana kamarku berada.

Ntah berapa lama aku tidak sadarkan diri. Yang aku tau waktu aku sadar aku berada di atas sofa
ruang keluarga didampingi mbak Lena.
“den Andra udah sadar..” suara mbak Lena memecah kebuyaranku.
“ehh… mbak Lena, aku tadi pingsan yah mbak. Maaf merepotkan mbak, aku emang lagi ga enak
badan..”
“ahh,, ga apa-apa lagi den. Emang den Andra kenapa?? kok bisa sampai pingsan segala??”
“ga tau lah mbak, kayaknya darah tinggi ku kumat gara-gara rapat tadi.”
“den Andra ini ada-ada saja, masa masih muda udah kena darah tinggi.”
“hahah… mau gimana lagi mbak, kata dokter emang begitu. Ya udah mbak, aku mau ke atas
dulu, mau mandi trus istirahat.”
“jangan lupa makan den. Mbak udah masak tuh. Aden mau makan di bawah atau di atas??”
“di atas aja kalo begitu mbak”

Percakapan kami pun berlalu seiring dengan berjalannya aku menuju kamarku. Mbak Lena
merupakan seorang janda muda beranak satu. Anaknya di tinggal di kampung halamannya
bersama dengan keluarganya. Sebenarnya dia cantik, wajahnya ayu, kulitnya putih terawat.
Mungkin karena di rumah tidak terlalu banyak kerjaan dia bisa merawat tubuhnya. Yang paling
menarik itu tubuhnya yang sangat-sangat proporsional. Payudaranya tetap kenceng walau udah
beranak satu dan pinggulnya padat berisi. Bisa di katakan dia adalah miss pembantu, heheh.
Sesampainya di kamar, aku langsung mandi. Walau ada air panas, tapi aku paling malas mandi
dengan air panas, soalnya ga ada segarnya jadinya. Setelah mandi aku rebahkan diri di atas
ranjang kesayanganku dengan masih mengenakan handuk. Tak lama berselang mbak Lena
datang membawa makanan dan susu coklat hangat kesukaan ku.

“ini den, makanannya. Jangan lupa di makan trus minum susunya biar ga tambah sakit.”
“iya mbak, makasih..” jawabku dengan senyuman.
“kalo gitu mbak ke bawah dulu yah den. Kalo ada apa-apa panggil aja mbak.”
“iya mbak Lena yang bawel..”
Mbak Lena pun keluar dari kamarku. Langsung saja aku ganti pakaianku dengan pakaian resmi
di rumah. Yah celana boxer sama baju

Biasanya dia lebih suka pakai daster ato baju kaos sama celana pendek selutut. Eh tadi dia
pakai celana pendek sepaha plus baju you can see. Pokoknya mempertontonkan banget deh.
Pikiranku mulai kotor, aku mulai membayangkan gimana yah kalo aku tidurin mbak Lena. Tapi
aku juga takut, ntar dia marah dan ngadu sama om dan tante. Bisa diusir aku. Namun si otong
udah minta di kasih jatah dan setan pun membujuk-bujuk supaya cari akal buat bisa nidurin
mbak Lena.

Cerita Seks Janda Muda | Tak lama lampu neon pun menyala di atas kepalaku. Bagaimana kalo aku coba minta pijitin
sama mbak Lena. Kalo berhasil taktik berikutnya bisa nyusul. Emang sih cara ini cara paling
kuno dalam menjebak pembantu, tapi apa salahnya di coba.
Aku mulai ideku tadi. Aku turun ke lantai satu untuk mencari mbak Lena. Aku mencari ke
kamarnya, namun mbak Lena ga ada di sana. Aku cari lagi, mungkin di toilet, tapi juga tidak ada.
Malas mencari aku panggil saja dia. Eh ternyata dia lagi nonton di ruang tangah.

“ada apa den?”
“eh mbak Lena di cariin ke kamarnya alah ada di ruang tengah..”
“iya den, mbak lagi nonton tadi. Ada apa yah den cari mbak?”
“ini mbak, badan aku capek-capek semua. Mbak misa mijit ga?”
“mbak ga bisa mijit den, ntar takut aden jadi salah urat. Aden mau di panggilin tukang urut
langganannya nyonya?”
“mbak aja deh, ntar nunggunya lama. Lagian sekarang udah jam berapa.”
“gimana yah den. Tapi kalo salah urat jangan salahin mbak loo..”
“iya deh mbak. Aku tunggu di kamar yah”

Langkah pertama berhasil, sekarang tinggal bagaimana membujuk nya saja. Aku langsung ke
kamar. Kubuka bajuku dan langsung aku tengkurep di atas ranjang. Tak lama mbak Lena datang
dengan masih memakai pakaian yang tadi.
“den Andra ada body lotion ga buat mijit?”
“ada tuh mbak di atas meja. Ambil aja.” Kataku singkat
“kalo ga enak bilang aja yah den.”

Aku tidah menjawab. Mbak Lena duduk di pinggir ranjang dan menuang body lotion ke
tangannya dan mulai memijit punggungku. Emang sih pijitannya kurang enak, tapi lumayan lah
demi bisa menggoyang ranjang ini.
“mbak kalo susah mijitnya dari samping, naik aja duduk di atas punggung aku mbak, ga apa-apa
kok.”
“ahh ga usah den. Ga enak di lihat orang.”
“siapa yang bakal lihat mbak, kan di rumah ini Cuma ada kita berdua, ga bakal ada yag liat. Kalo
mijitnya kaya gini kan mbak juga yang bakal susah. Ntar pinggangnya keseleo lagi.”
“iya deh den. Maaf loo den.” Katanya sopan sambil beranjak naik dan duduk ke atas pinggang
ku.

Saat memijit mbak Lena terus bercerita tentang pengalamannya bekerja di rumah ini selama 5
tahun terakhir. Ternyata dari ceritanya mbak Lena emang masih muda. Umurnya baru 25 tahun.
Dulu dia nikahnya umur 16 tahun trus punya anak cowok. Waktu dia umur 20 tahun dia mulai
kerja di sini sama tante, sampai sekarang. Aku berfikir, mungkin inilah saatnya aku mulai
melencengkan pertanyaanku.

“sekarang umur anak mbak udah brapa tahun??”
“sekarang mah udah 8 tahun den, namanya Rangga.”
”pasti orangnya ganteng. Soalnya mamanya cantik banget.”
“ah aden ni bisa aja. Mana pula ada pembantu yang cantik den.”
“serius mbak, mbak itu cantik, putih, sexy lagi. Terus terang aku suka lo sama gaya berpakaian
mbak yang kaya gini. Mbak nampak lebih muda dan lebih segar.”
“ihh aden pinter banget ngegombalnya.”
“mbak ga percaya yah. Kalo aku belum punya tunangan, aku mau tuh jadiin mbak pacar.”
“ihh udah ah den. Aden ni ada-ada aja.”

Cerita Dewasa Janda Binal | Mbak Lena terus memijit tubuh ku. Setelah bagian punggung selesai pijitannya pindah ke kaki.
Kami terus bercerita dan aku terus memberi serangan agar cita-cita ku tercapai.
“mbak, kok mbak ga nikah lagi? Kan mbak cantik?”
“ga ah den, belum saatnya rasanya. Mbak mau fokos buat ngebesari anak mbak dulu. Mbak
mau ngumpulin duit dulu, biar nanti dia ga kaya orang tuanya. Mbak mau dia nanti kuliah kaya
den Andra trus jadi orang gede biar bisa ngebehagiain orang tuanya.”
”trus misalnya kalo mbak lagi kepengan gimana mbak?”
“kepengen apa yah den?”
“iya, kepengen itu. Biasanya kalo orang udah berkeluarga dan udah punya anak kan ketagihan
buat gituan. Emang mbak ga kepengen lagi gituan?”
“ya kepengen lah den. Tapi mau gimana lagi. Ya terpaksa harus di tahan-tahan aja.”
“kasian yah mbak. Harus tersiksa gini. Tapi kalo mbak emang kepengen aku mau lo bantuin
mbak.”
“ihh aden nih. Kan ga boleh den. Ntar ketauan orang bisa brabe. Ehh aden kakinya udah selesai
mbak pijit nih.”
“ya ga apa-apa lah mbak, dari pada tersiksa. Bagian depan juga dong mbak, masa bagian
belakangnya doang.”
Mbak Lena tampak berfikir karena ucapan ku tadi. Aku berbalik menelentang, terus terang aku
lumayan terbawa karena pembicaraan kami tadi, batangku pun mulai berdiri, tercetak jelas dari
boxer yang aku pakai. Dan sempat aku melihat mbak Lena beberapa kali melihat ke arah
selangkangan ku.

Baca juga:  Pengalaman Pertama Sepasang Kekasih - Cerita Seks Perawan Perjaka

Cersex Mesum Pembantu Janda PRT – Menikmati Jepitan Meki Pembantuku Yang Seorang Janda

Pembantu Montok Semok Bohay Toge Bugil

Sebenarnya ukuran batangku pun tidak begitu panjang, hanya rata-rata orang Indonesia, namun
diameternya emang agak besar sekitar 5 cm. Dan saat ini si otong sudah agak ngeceng. Mbak
Lena mulai memijit bagian dadaku, dia memijit dari arah samping. Dan dari sini aku dapat
melihat wajah cantiknya dan belahan dada montoknya. Selain itu tanganku juga bergesekan
terus dengan paha mulusnya.

“tuhkan mbak masih cantik banget.”
“aden mulai lagi kan. Jangan gitu dong den, mbak kan jadi malu.”
“aku serius lo mbak. Sexy lagi, pasti bakal beruntung orang yang dapat mbak sebagai istrinya
nanti.”

Cerita Bokep Janda Kembang | Mbak Lena hanya tersenyum-senyum dengan pujian ku. Dia terus saja memijit dada ku hingga
putingku pun menegang. Mungkin dia suka dengan dadaku yang memang bidang karena aku
sering angkat beban di tempat aku biasa fitnes.

“mbak, masa mijit dada aku terus. Pijit yang lain dong.” Kataku protes.
“maaf den, keasikan ngobrol sampai lupa deh.”
“ngomong-ngomong ga susah mbak pijit dari situ?”
“iya sih den. Tapi mau gimana lagi. Ntar adeknya aden kedudukin lagi sama mbak.”
“ahh ga apa-apa mbak. Dudukin aja.”
“ga usah lah den, mbak jadi ga enak ntar.”
“enak kok mbak, dudukin aja” memaksa

Mbak Lena pun pindah duduk ke atas paha ku. Kira-kira pas antara adek ku dengan
selangkangannya. Muka mbak Lena memerah mungkin merasa malu dengan keaadan kami
saat ini. Dengan begini payudara mbak Lena makin terlihat jelas sangat kontras dengan baju
hitam yang dia pakai. Lama kelamaan si otong malah semakin bangun. Aku yakin mbak Lena
merasakannya karena dia tepat mendudukinya.

Tanganku mulai nakal mengelus-elus pahanya mbak Lena. Namun tidak ada penolakan dari
mbak Lena dan tampaknya mbak Lena juga menikmati elusanku di pahanya. Tidah hanya itu
aku mulai menggoyang-goyangkan badanku sedikit demi sedikit, sehingga otongku dapat
bergesekan dengan nonanya mbak Lena, walau masih terlapisi oleh celana kami. Tapi lumayan
lah untuk memancing-mancing mbak Lena.

Wajahnya semakin memerah, nafasnya mulai memburu. Aku dapat merasakan nafasnya
semakin cepat. Aku tingkatkan lagi serangan ku. Tanganku kupindahkan ke pantatnya dan sedikit aku elus-elus. Selain itu goyangan tubuhku semakin aku perkencang. Namun yang terjadi
karena goyangan itu, tangannya yang saat itu memijat bahuku malah terpeleset. Dia terjatuh di
dada ku. Dan yang lebih ajaib lagi bibirnya mbak Lena pas mendarat di bibir ku.

“maaf den, mbak kepeleset tangannya.” Mukanya merah padam.
“ga apa-apa kok mbak. Kalo minta tambah boleh ga mbak?” pancingan ku.
“tambah apa den?”
“tambah ciumannya. Heheh” aku cengengesan.
“tuhkan aden tambah nakal. Udah dari tadi tangannya kemana-mana. Sekarang malah minta
cium. Ntar mbak aduin sama nyonya lo.”
“jangan dong mbak. Maaf deh, aku Cuma kebawa aja. Tapi mbak suka kan?” jawabku
memancing lagi.

Mbak Lena tidak menjawab pertanyaan ku. Walau begitu dia tetap berada di atas ku. Dengan
nafas yang masih memburu menikmati goyangan yang aku berikan kepadanya.
Mbak Lena tidak melakukan apa-apa. Dia tetap duduk di atasku dan tanyanya tenang menopang
badannya di dadaku. Matanya merem, seperti menikmati sesuatu. Goyangan semakin ku
percepat. Al hasil mbak Lena mendesah.

Aku bersorak dalam hatiku. Aku berhasil memancing mbak Lena untuk masuk ke jebakan ku.
Kembali ku mainkan tangan ku. Tanganku kembali ke pantatnya mbak lena dan meremas-remas
pantatnya sambil terus menggoyang-goyang. Dia tidak lagi protes dengan apa yang aku
lakukan. Dia malah semakin menikmati.

“gimana mbak? Enak ga mbak?”
Mbak Lena hanya mengangguk, matanya sayu menandakan dia sangat menikmati goyangan ku.
“mau yang lebih enak ga mbak?”
“apa den.?” Jawabnya tersenggal.
“kita main yuk mbak, aku juga ga tahan nih.”
“jangan den, ntar ketahuan orang. Kaya gini aja udah cukup den.”
“ga bakal ada orang yang tau selain kalo mbak yang bilang kepada orang lain mbak.”
“tapi mbak takut hamil den. Trus mbak juga takut kalo ntar aden ngadu sama nyonya.”
“mbak percaya deh sama aku. Aku ga bakal bilang sama siapa-siapa asal mbak juga gitu.”

Jawabku sambil membalikkan badan. Sekarang aku berada di atas menindih mbak Lena sambil
terus menggoyang selangkangannya mbak Lena. Mbak Lena menikmati banget apa yang aku
lakukan terhadapnya. Dia tampaknya sudah setuju dengan apa yang aku ingin kan.

Melihat lampu hijau telah menyala. Tanganku mulai menggerayangi tubuh mbak Lena. Bibirku
langsung menyambar bibir mbak Lena dan mbak Lena pun menanggapi ciuman ku. Tangan ku
mulai mendaki gunung indah yang dari dulu menjadi impianku. Aku remas kedua gunung identik
itu terasa banget kalo mbak Lena ga pake BH di dalamnya. Soalnya puting susu mbak Lena
terasa keras dan mencetak keluar. Ternyata mbak Lena punya putting yang kecil sehingga dari
tadi aku ga sadar kalo mbak Lena ga pake BH.

Cerita Sex Mahasiswa | Serangan terus kulakukan. Leher dan belakang telinganya ku cium dan ku jilat. Mbak Lena
menggeliat pertanda nafsunya sangat menggebu-gebu. Tanganku pun telah masuk kedalam
baju you can see yang di pakai mbak Lena. Kenyal sekali memang. Si otong berada di puncak
akibatnya. Dan pastinya semakin terasa sama mbak Lena. Cairan beningpun sudah keluar dari
ujung penis ku bahkan telah tembus sampai keluar celana boxer yang aku pakai. Tapi mbak
Lena lebih parah. Celananya telah basah akibat gesekan yang aku berikan, membuat aku
tambah bersemangat menggempur mbak Lena.

“mbak, bajunya aku buka yah, biar tambah enak.”

Mbak Lena hanya mengangguk menjawab pertanyaan yang aku berikan. Tak menunggu waktu
lama baju mbak Lena telah terlempar ntah kemana. Remasanku semakin kuat, mbak Lena
semakin menggeracau dan mendesah tak karuan hanya kata kata “ahhh.. sssshhh… dan terus
den” yang aku dengar dari tadi. Kedua putting kecil itupun tak lupa aku jilat dan aku hisap.
Sangat nikmat rasanya. Meremas sambil menghisap susu besar seperti ini. Tak lupa aku
tinggalkan dua tanda cupangan di kedua susunya mbak Lena. Tanda aku telah pernah
menidurinya. Dan tanda yang selalu aku berikan kepada semua payudara yang telah pernah aku
hisap.

Gempuran kembali aku tambah. Tanganku turun menuju selangkangan mbak Lena dan
menggosok-gosoknya. Merasa kurang nyaman, aku pelorotkan celana beserta celana dalamnya
sehingga sekarang mbak Lena bugil total. Alangkah terkesimanya aku melihat ternyata mbak
Lena mencukur habis semua bulu kemaluannya. Vaginyanya tampak bersih dan mengkilat
karena lendir yang dia keluarkan.

Kembali aku gesekkan tanganku ke bibir vaginanya. Klitorisnyapun tampak membengkak karena
nafsunya yang menggebu. Cairan beningpun tampak banjir keluar dari lobang surganya mbak
Lena. Ku jilat vaginanya mbak Lena. Namun mbak Lena menolaknya. Dia langsung menutup
vagina mulus yang dia punya.

“jorok atuh den. Masa tempat kencing aden jilat.”
$0A“ga apa-apa mbak. Mbak nikmati aja. Pasti rasanya enak banget.” Jawabu meyakinkannya.
Ku angkat tangan mbak Lena dari vaginanya dan langsung ku sergap. Mbak Lena tambah
menggeracau ga karuan “enak den.. aden bener,.. enak banget… terus den.. hisap yang,..
keras” ucapnya tak karuan. Terus aku jilat dan aku hisap lobang surganya. Jari tengah ku pun
aku masukkan ke dalam lubang vagina nya membuat caian didalamnya meluber keluar.
Kelihatannya mbak Lena emang udah lama ga di sentuh sama lelaki. Nafsunya sampai sebegini
banget , fikirku.

Ngentot Pembantu Bohay Montok Seksi Bahenol

Tak lama aku menjilat vaginanya mbak Lena, mbak Lena mendapatkan orgasmenya yang
pertama. Orgasme yang sangat dasyat, sampai sampai muncrat keluar. Langsung saja aku
hisap semua cairan kental yang keluar tanpa ada sisa. Lumayan lama mbak Lena menegang
karena orgasmenya. Dia tampak kelelahan karena orgasme pertamanya.

“gimana mbak?? Capek yah mbak??”
“iya den. Mbak jadi lemes gini. Tapi enak banget. den apain tadi sampai mbak kenikmatan gini..
rasanya mbak kaya terbang gitu den” nafasnya tersenggal.
“ga di apa-apain kok mbak. Sekarang mbak istirahat dulu.. ntar aku kasih yang lebih nikmat.”
Mbak Lena pun ketiduran di kamarku tanpa busana. Spray tempat tidurku basah karena
cairannya mbak Lena. Aku biarkan mbak Lena istirahat biar nanti bisa fresh lagi.
Akupun tidur di sebelah mbak Lena sambil memeluk nya.

Baca juga:  Kisah Ranjangku Dengan Dosenku Yang Cantik - Cerita Seks Mahasiswa

Cerita Seks Ibu Muda | Aku ketiduran lama, dan terbangun pukul 10 pagi. Untung hari itu aku ga ada jadwal kuliah jadi
aku bisa seharian di rumah.
Saat itu mbak Lena masih tertidur, sepertinya dia benar-benar keletihan semalam.
“mbak.. mbak.. keletihannya sampai ketiduran sampai jam segini.”
Aku bangunkan mbak Lena dengan meremas-remas dadanya. Namun dia masih saja tidur.
Dasar mbak Lena. Tidurnya kaya orang mati kataku dalam hati. Aku cium bibirnya pun dia masih
belum juga bangun, malahan adekku yang bangun karena ngebangunin mbak Lena. Mungkin
karena semalam aku belum ngeluarin stok sperma yang udah seminggu aku simpan karena ga
berhubungan dengan pacar ku.

Vaginanyapun kembali aku gosok-gosok dengan tanganku. Tapi mbak Lena tetap tidak bangun,
namun lama-lama aku gesek vaginanya menjadi lembab dan basah. Nafasnya pun kembali
memburu. Melihat kejadiannya begini, langsung saja aku buka celanaku beserta CD yang aku
pakai, keluarlah si otong dari sarangnya dengan tegap minta sarapan pagi.

Mbak Lena yang sedang tidur ini akan langsung aku genjot buat ngebanguninnya. Aku buka
lebar-lebar selangkangannya dan kembali aku jilat biar lendirnya tambah banyak dan ga susah
buat coblos lobangnya mbak Lena.

Setelah 15 menit aku jilat, aku langsung mengambil posisi dan mengancang-ancang kuda-kuda
buat menikmati vaginanya mbak Lena. “dengan masuknya si otong kedalam vaginanya Mbak
Lena, maka aku akan berhasil menjalankan taktik kuno ini” kataku. Si otong aku gesek-gesekkan
ke vaginanya mbak Lena biar ada pelicinnya. Tak lama aku masukkan kontolku pelan-pelan,
agak susah memang, mungkin karena mbak Lena udah lama ga di entot ato karena emang
batangku yang kegedean buat vaginanya mbak Lena. Setelah berusaha menekan akhirnya
kepala kontolku pun masuk kedalam vaginanya mbak Lena. Namun dia masih saja belum
bangun. Aku tekan keras kontolku ke dalam vaginanya mbak Lena sampai mentok dan mbak
Lena pun terbelalak merasakannya.

“aden Andra.. Sakit den.. kok aden ga ngomong-ngomong
mau masukin kontolnya?”

“mbak sih, susah banget bangunnya. Udah dari tadi aku bangunin tapi masih belum bangun. Ya
langsung aja aku masukin, udah ga tahan sih..” jawab ku cengengesan.
Aku mulai mengocok kontolku yang ada di dalam vaginanya mbak Lena. Dia terlihat masih
meringis karena perih yang dirasakannya, namun lama kelamaan ringisannya berubah menjadi
desahan kenikmatan. Bahkan *kata-kata kotor mulai keluar dari mulutnya. Tapi kata-kata kotor
yang keluar makin membuat aku bernafsu menikmati tubuhnya mbak Lena dan semakin
kencang pula aku menusuk vaginanya mbak Lena.

Tak lama memakai gaya standar mbak Lena meminta kami ganti posisi. Dia meminta berganti
menjadi doggy style. Aku kembali menggoyang mbak Lena dari belakang.
“enak kaya gini den. Lebih kerasa. Tapi kok kontol aden gede banget sampai rasanya ga muat di
memeknya mbak”
“yang penting enak kan mbak sayang” jawabku sambil terus menggoyang kontolku di memek
mbak Lena. Desahan dan erangan nikmat tak henti-hentinya keluar dari mulut mbak Lena,
membuat suasana menjadi semakin panas.

Cersex Pembantu vs Majikan | Lima menit bersama doggy style, mbak Lena semakin liar. Kelihatannya dia akan mengalami
orgasmenya. Aku yang merasakan kontraksi otot vagina mbak Lena semakin cepat, terus
memompa semakin cepat sampai akhirnya tubuh mbak Lena kejang menandakan puncak
kenikmatannya telah datang. Batang kontolku terasa di siram dan di remas kuat oleh cairan dan
dinding vagina mbak Lena.

“ahh… nikmat banget den.. Aden hebat banget nunggangi mbak Lena.”
“heheh.. emang kuda di tunggangi mbak?” Jawabku bercanda melonggarkan ayunanku.
Sebenarnya aku juga hampir mengalami klimaks saat mbak Lena orgasme tadi. Namun karena
mbak Lena sempat minta berhenti, sehingga semprotan sperma ku pun tertunda. Beberapa saat
mbak Lena mengambil nafas. Kemudian dia meminta akt berbalik dan segera naik ke pangkuan
ku. Kontolku yang masih ereksi dimasukkannya kedalam lobang surganya. Gampang saja,
lobang yang telah basah itu langsung terisi oleh kontolku. Goyangan pinggul mbak Lena mulai
mengocok kontolku yang minta di keluarkan laharnya. Lambat dan lemah, tapi pasti koyangan itu
di lakukannya. Memberi kenikmatan yang berbeda. Semakin lama goyangannya semakin cepat.
Terkadang naik turun, atau berputar putar. Sepertinya mbak Lena sangat mahir dalam gaya
woman on top ini.

Aku tidak hanya menerima kenikmatan yang diberikan mbak Lena. Tangan nakalku langsung ku
letakkan di payudara mbak Lena dan tak hanya diam. Remasan dan cubitan ku berikan untuk
menambah kenikmatan permainan kami ini. Sesekali aku sempatkan menghisap putting tegang
yang terpampang di depan ku dan tidak jarang aku gigit kecil putting itu.

“den,, enak gigitannya den. Ahhh… “ kata yang keluar dari mulutnya. Aku teruskan kerjaan ku.
Cupanganku pun telah meraja lela di susunya mbak Lena.
Goyangan mbak Lena tampaknya berhasil membobol pertahanan ku. Rasanya tidak lama lagi
spermaku akan muncrat dari ujung senapan ku.
“mbak,.. akk.. akku udah ma.. mau keluar nih mbak.. shshhh.”
“keluarin di dalam aja denhh… mbak kayaknya juga udah ga lama lagi..”

Mendengar itu ku balikkan tubuh mbak Lena dan langsung ku pompa keras memek nikmat
tersebut. “ahhh… aku keluar lbaaaakkk” teriak ku mengiringi semprotan deras sperma ku di
dalam memek mbak Lena. Dan ternyata semprotankupun di sambut oleh orgasme mbak Lena
yang kesekian kalinya.

Tubuhku langsung melemas menindih tubuh mbak Lena. Kami terdiam sejenak. Nafas kami
tersenggal tak beraturan. Kontolkupun semakin lama semakin melemas dan mengecil di dalam
memeknya mbak Lena. Ku cabut kontolku dan aku beranjak berbaring di sebalah mbak Lena.

“makasi yah mbak. Mbak udah mau ngelayani aku.”
“sama-sama den. Mbak juga udah lama kepengan ngentot yang kaya gini. Tapi kok aden mau
main sama pembantu kaya mbak. Kan aden sendiri punya pacar.”
“ya ga apa-apa mbak. Emang ga boleh yah seorang majikan main sama pembantunya.?”
“ya ga apa-apa sih den.” Jawabnya singkat.
“ehh mbak. Ga apa-apa tuh aku nyemprotin sperma aku di dalam memeknya mbak.”
“ndak apa-apa den. Ntar mbak minum jamu biar ga hamil.” Katanya sambil tersenyum.
Kami terdiam. Dan tak terasa kami kembali ketiduran sampai pukul tiga sore. Ketika aku bangun
mbak Lena sudah tidak ada di sampingku lagi. Mungkin sudah kembali ke kamarnya. Segera
aku bangkit dan mandi membasuh keringat dan sperma kering yang menempel di batang
kontolku.

Cerita Sex Dewasa Tante VS Berondong | Setelah mandi, aku langsung kebawah mencari mbak Lena. Kutemui dia sedang masak makan
siang di dapur. Saat itu dia memakai baju kaos dengan stelan celana pendek ¾ . Lagi asik
tampaknya sehingga tidak menyadari kehadiran ku. Tubuh indah mbak Lena langsung kupeluk
dari belakang mengagetkannya.

“udah bangun toh den..”
“udah sayang.. mbak, jangan panggil aku aden lagi yah. Kalo ada tante sama keluarganya aja
panggil aden.”
“trus panggil apa dong den?”
“terserah kamu aja sayang.” Kataku mengecup pipinya.
“iya deh sayang.” Jawabnya
“sayang, aku boleh minta sesuatu ga?”
“minta apa den.. eh sayang?”
“kalo Cuma aku di rumah, kamu jangan pake baju yang kaya gini yah.”
“trus baju apa dong?”
“maunya sih telanjang aja. Gimana sayang.. mau yah?”
“kok gitu sayang.?”
“ya biar kalo aku lagi pengen, aku bisa masukin di mana aja.” Jawabku cengengesan.
“tapi kamu juga harus gitu. Baru aku mau.”
“OK” jawabku singkat.

Langsung ku telanjangi mbak Lena saat itu juga. Begitu juga dengan aku. Kami sudah seperti
kaum nudis saja di dalam rumah ini.

Sejak saat itu, kami sudah seperti suami dan istri. Mbak Lena pun aku suruh pindah tidur ke
kamarku. Tentu saja kalau tidak ada om dan tante. Dan selama kami berdua di rumah, kami
selalu telanjang ria. Dan kami juga melakukan hubungan dimana saja kami suka. Di kamar,
dapur, kamar mandi, ruang tamu, bahkan di kolam renang belakang rumah. Kami selalu
melakukannya tanpa kondom. Sempat sih mbak Lena hamil. Namun dia menggugurkannya dan
sejak saat itu dia rajin mengkonsumsi pil KB. Kamipun terus melakukannya sampai aku tamat
sekarang. Walaupun aku telah menyelesaikan kulahku dan bekerja di luar kota. Selesai.

www.kisahbiru.com

Bagaimana cerita diatas?

(Klik pada bintang untuk memberi penilaian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *